Tuesday, March 1, 2011

Dosa Yang Gugur...

Diriwayatkan bahwa ada seorang ahli ibadah yang berumur 500 tahun dan hidup di sebuah pulau. Diabdikan dirinya hanya untuk beribadah kepada Allah saja. Saat ia dihisab, Allah berkata kepada malaikat, Dengan rahmatku, masukkan orang ini ke dalam surga. Maka sang ahli ibadah itupun protes,"Aku ingin masuk surga karena amalku bukan karena rahmatMu. Baiklah, malaikat timbanglah seluruh amal kebajikannya dan timbang dengan nikmat pendengaran. Namun ternyata seluruh amal kebajikannya belum mampu mengimbangi nilai nikmat pendengaran. Maka Allah berkata,"Malaikat masukkan dia ke dalam neraka. Maka ahli ibadah itupun bersujud memohon ampun, ampunilah kesombongan hambaMu ini ya Allah, masukkanlah aku ke dalam surga dengan rahmatMu.

Teringat ungkapan yang sangat populer diantara kita, kalau didzhalimi, dosa kita akan berkurang. Entah bagaimana asal mulanya.

Dari kutipan yang saya cantumkan di awal, dapat diambil kesimpulan bahwa yang memasukkan kita ke dalam surga bukanlah amalan kita, tapi ridha Allah. Ibarat nya mah, sebanyak apapun timbangan sebelah kanan, tidak akan dapat mengimbangi timbangan sebelah kiri. Secara gitu, manusia itu tempatnya khilaf. Jadi, yang bisa kita usahakan adalah, bagaimana caranya membuat Allah Ridha menghapuskan timbangan sebelah kiri kita. 

Ridha Allah==> menghapus dosa
didzalimi==> menghapus dosa

Islam tidak membuat unsur-unsur yang bertentangan satu sama lain. Saat hanya Kasih sayangNya yang dapat menghapus dosa, berarti tidak ada hal lain yang dapat menghapus dosa kecuali Kasih sayangNya.

Kalau pakai rumus logika matematika, 

Ridha Allah==> menghapus dosa
didzalimi==> menghapus dosa
akan menjadi selaras  dan tidak bertentangan saat disusun menjadi :
didzalimi dalam rangka meraih ridha Allah, yang dapat menghapus dosa

kesimpulannya adalah : tidak sembarang luka akibat didzhalimi, yang akan menggugurkan dosa

Wallahu'alam
Hotspotan D6, 01 maret 2011, 14.08
timbul dari pertanyaan : inginkah kamu, saat perihmu dan tegarmu, menggugurkan dosa-dosamu?

No comments:

Post a Comment