Friday, November 7, 2014

Soal Jihad (Sergeant Farrell, Edge of Tomorrow, 2014)

"Di sini, rumor tersebar cepat. Dalam sekejap kau akan dikenal sebagai pengecut yang kabur dari tugas.
Kabar baiknya, kau punya harapan. Satu-satunya harapanmu adalah pertempuran.
Pertempuran adalah obat yang ampuh, tempat semua prajurit menjadi setara, tidak peduli dalam apa pun kondisi saat mereka memulai," (Sergeant Farrell, Edge of Tomorrow, 2014)
Nb: kurang lebih begitulah apa yang dia bilang.
***
Aaaah, pantas saja Jihad (bersungguh-sungguh dalam pertempuran) itu utama.
It determine whether we're a loser or not.
Membersihkan jiwa, menghapuskan kotoran-kotoran (kepengecutan) yang melekat sejak kita mulai bernapas.
***
"Don't lose your chance, Cage!" (Still Sergeant Farrell, Edge of Tomorrow, 2014)
***
"There's no COURAGE without FEAR!!!" (J-Squad, Edge of Tomorrow, 2014)
***
Sekian.
image
Bandung, 2 Juni 2014

Sayyid Quthb: Tentang "Laa ilaha illallah"

Hanya dari segi bahasa, bangsa arab telah memahami arti kalimay "ilahun" (tuhan) dan memahami pula arti "laa ilaha illallah". Mereka memahami bahwa mengesakab ketuhanan dan mengesakan Allah swt berarti mengembalikan kekuasaan/kerajaan yang 'dirampas' oleh kepala gereja, kepala suku, kepala pemerintahan, dan hakim-hakim kepada Allah swt. Kekuasaan ini meliputi kekuasaan batin (kecintaan), kekuasaan lahir (ketaatan), kekuasaan urusan penghidupan, kekuasaan harta benda, kekuasaan hukum, dan kekuasaan jiwa dan raga.
Mereka semua mengerti bahwa "laa ilaha illallah" merupakan kudeta atas kekuasaan di bumi, hasil rampasan dari kekuasaan Allah. Mereka juga mengerti bahwa kalimat ini berarti kudeta atas aturan-aturan yang dibuat atas dasar kekuasaan perampasan tersebut, serta usaha untuk keluar dari kekuasaan yang memerintah dengan syari'at buatan mereka yang bertentangan dengan syari'at dari Allah swt.
Hal ini tidak asing bagi bangsa arab sebab mereka mengerti betul bahasa mereka sendiri, mengerti betul maksud hakiki dari dakwah kalimat "laa ilaha illallah", juga mengerti arti kalimat ini terkait aturan-aturan yang mereka jalani, kedudukan, dan kekuasaan mereka.
Karena itulah, mereka menanggapi dakwah "laa ilaha illallah" dengan ganas.
(Sayyid Quthb, Rambu-Rambu Jalan Bagi Orang Beriman, hal. 25)
***
Jika makna laa ilaha illallah yang sebenarnya adalah demikian, seperti yang dipahami oleh bangsa arab, apakah maknanya menjadi berbeda pada bangsa lainnya?
image
Bandung, 27 Oktober 2013

Maaf, Aku Tidak Mendoakanmu

Untukmu yang tersayang,
Maaf, aku tidak mendoakanmu diberikan kekayaan dan kejayaan, karena aku tak tahu sejauh mana kekayaan bisa membutakan kita.
Maaf, aku tidak mendoakanmu diberikan kenyamanan, karena dunia bukan tempat kita merasa nyaman.
Maaf, aku tidak mendoakanmu agar dihilangkan semua kesulitanmu, karena kesulitan lah yang membuat kita kuat.
Maaf, aku tidak mendoakanmu agar tidak merasa lelah, karena kelelahan lah yang memunculkan kesadaran kita akan perjuangan.
Maaf, aku tidak mendoakanmu agar tidak usah lagi bekerja di masa tuamu, karena bibit-bibit penyakit itu muncul ketika kita diam.
Maaf, aku tidak mendoakanmu yang kau inginkan, karena kita sendiri tahu, yang kita inginkan tidak selalu berarti yang kita butuhkan.
Maaf, aku hanya mendoakanmu satu hal...
Semoga Allah menenangkanmu.
***
Maka, tidak perlulah kau mintakan aku semua yang kusenangi. Mohonkan aku ketenangan, sehingga dengan itu pula kau mendapatkan ketenangan, melihatku menghadapi semuanya dengan ketenangan, keihlasan, keimanan.
Semoga Allah menenangkanmu, yang dengan begitu pula Allah menenangkanku.
Tenanglah dengan semua yang kita hadapi, Ayah, Bunda, Ibu, adik-adik,  sahabat-sahabat, dan kau.
Jakarta, 11 Oktober 2013, 13.20

Cinta itu berbentuk, Hana

Well, here..
***
*Kita selalu bersama orang yang kita cintai (versi "menyebalkan")
Pada suatu hari, seseorang bertanya kepada Rasul Allah, "Kapan datang hari kiamat?". Rasul Allah menjawab dengan pertanyaan--karena tentu saja pertanyaan ini tidak ada jawabannya, tanya Rasul, "Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menyambut kedatangannya?" Lalu orang dari pedalaman itu menjawab, "Tidak ada persiapan apa-apa, selain aku cinta Allah dan Rasul-nya". Maka Rasul bersabda, "Engkau bersama orang yang kamu cintai." (HR Bukhari).
Itu benar sekali.
Nah, adik-adik sekalian, kalau kita cinta sama anggota boyband kinyis2, maka besok pas kiamat, kita akan bersama mereka. Cinta sama artis yg suka pergaulan bebas, hidup serumah tanpa menikah, kita akan bersama mereka. Kalau cinta berat sama pemain bola top yg jago selingkuh, kita akan bersama mereka. Cinta sama seseorang, sesuatu, kita akan bersama mereka. Semoga mereka2 ini bisa menolong.
Penting sekali mencintai seseorang yang juga mencintai balik kita, dan jelas2 bisa membantu kita saat dalam kesusahan besar kelak di hari penghabisan.
--Tere Liye--
***
Cilaka, saya suka banget sama bang Yesung, ya pribadinya, ya suaranya...sampai pada tahap saya sering senyam-senyum sendiri setiap liat atau denger kabar tingkahnya. Apakah saya cinta?
However, cinta itu berbentuk.
Kalau saya bilang saya cinta bang Yesung, tapi saya ga pernah kongkow2 sama Clouds atau Elf utk saling tukar kabar ttg dia, saya tidak mau menghabiskan sekian juta rupiah untuk satu seat di konsernya, tidak memilih menghampirinya sekalipun dia ada di Jakarta (cuma bisa geleng2 liat ELF berkerumun teriak2 memanggil namanya *halah*), apakah saya cinta?
Sama saja, ketika saya ngaku cinta Alloh dan rosul, tapi ga merasa perlu untuk kongkow2 sesama saudara muslim, saling menasihati dalam kebenaran, tidak sampai maniak, tidak berbondong2 mentaati Alloh dan Rasul, tidak ikut berbondong2 meneladani Rasul, tidak bangga dan antusias disebut pengikut Rasul, apakah saya cinta?
Cinta itu berbentuk. Bentuknya itu pengorbanan.
"Engkau bersama orang yang kamu cintai" artinya "Engkau bersama sesuatu yang engkau berkorban untuknya."
--Hana--
*istighfar*
i-love-alloh