Sunday, July 29, 2012

Seumpama : perang kali ini..

Seumpama prajurit yang ditinggal pasukan ke medan perang..
bukankah Ramadhan itu medan perang?
sementara yang pasukan berperang, satu prajurit masih ditempa dirinya..
setidaknya Ramadhan masih berarti sesuatu..

Seumpama prajurit-siap-mati abal-abal..
prajurit-prajurit yang lukanya dibiarkan basah, atau membiarkannya tetap basah..
segores luka yang melahirkan sejurang neraka..
sejurang neraka untuk satu kemunafikan..
bukankah hanya iman yang membawa kami ke surga?
bukankah hanya iman yang mengeringkan semua luka?
setidaknya Ramadhan bagi kami masih berarti sesuatu..


Seumpama prajurit yang seumpama ikan..
yang pasukan adalah air baginya..
prajurit yang terpisah dari pasukan, seumpama ikan yang terpisah dari air, katanya
ikan yang mati, betapa banyakpun air yang dikirimkan (lagi), dia akan tetap mati, katanya

Tapi prajurit yang sekarat, yang seumpama ikan yang sekarat..
air...bagaimana bisa ku kejar?

Seumpama prajurit yang kehilangan medan perang...
seumpama Ramadhan yang kehilangan Badar...
bulan mulia adalah selalu peperangan..
bukankah aneh, ramadhan tanpa keringat dan darah?

Seumpama prajurit abal-abal yang sekarat yang seumpama ikan yang sekarat..
Ramadhan, ketika raga berdarah-darah untuk TuhanNya, bukankah ia yang menjanjikan surga?

Darah ini justru membuatku tampak segar..

No comments:

Post a Comment